Teori Punahnya Dinosaurus

View previous topic View next topic Go down

Teori Punahnya Dinosaurus

Post  haryos on Fri Oct 22, 2010 10:20 pm

Republika online memberitahan ditemukannya kuburan dinosaurus di Jerman [ link]. Yang menarik, dinyatakan bahwa kepunahan dinosaurus sampai sekarang masih misteri.

Punahnya dinosaurus memeng bikin penasaran. Dari peninggalan fosilnya, dinosaur sudah ada sejak 250 JUTA tahun yang lalu, dan mendadak hilang sekitar 65 JUTA tahun lalu. Jadi mereka berjaya sekitar 195 JUTA tahun. Ok, coba dipikir dulu. Manusia primitif paling awal, muncul sekitar 20 RIBU tahun yang lalu. Sementara itu manusia yang lumayan beradab, muncul di mesopotamia, sekitar 7 RIBU tahun lalu. Jadi kalau dibandingkan, masa jaya manusia dibanding masa jaya dinosaurus itu cuma se tai kuku. Nggak ada apa-apanya. Nah, kenapa makhluk yang sudah berjaya sekian lama itu bisa punah ?

Dari fosil yang ditemukan, para saintis keheranan pada titik 65 JUTA tahun yang lalu. Fosil dari masa sebelum itu sangat banyak dan beragam. Hewannya besar-besar seperti T-Rex (30 ton), apatosaurus (50 ton), stegosaurus (20 ton). Lalu mendadak, tinggal yang kecil-kecil tidak lebih sebesar anjing. Menjelang 100 RIBU tahun lalu, baru ada hewan besar lagi yakni Mammoth (cuma 1 ton). Masa punah ini dikenal sebagai batas K (K boundary).

Banyak imajinasi mencoba menjelaskan punahnya dinosaurus. Dari yang masuk akal, sampai yang asbun. Misalnya, ada yang bilang dinosaurus mati karena polusi suara. Si saintist mengukur kebisingan saat manusia, maaf, sedang bercinta. Nah, tingkat kebisingan tersebut dikalikan dengan berat dinosaurus dibanding berat manusia Hasilnya adalah, saat bercinta dinosaurus akan menghasilkan 1000 desibel !!!! Hmmm, itu seperti telinga anda ditaruh persis di belakang pesawat Concorde. Suara segitu jelas bisa membunuh. Tapi masak sih ada makhluk mati gara-gara suara bercinta ???? Kacau juga nih si saintist. (p.s: teori juancuk ini lolos ikut poster suatu seminar, dan membuat panitianya malu karena kecolongan Smile

Salah satu imajinasi lain adalah tragedy meteorit. Melihat dampak yang diakibatkan, paling tidak ada meteorit dengan diameter 10 km jatuh di bumi. Hmmm, meteorit dengan diameter 10 km itu kira kira sebesar apa ya ? Kalau ditaruh di Monas, Ancol sampai Manggarai ketutup. Kalau di taruh di balai kota Bandung, satu kotamadya Bandung habis. Itu kalau ditaruh. Bagaimana kalau jatuh dari langit ? Di hitung-hitung, meteorit sebesar itu akan membuat kawah berdiameter 200 km. Yah, kira-kira satu propinsi JABAR akan langsung gepeng. Eh nggak ding. Jadi debu terbang ke langit. Ledakan krakatau, yang bikin gelap bumi sebulan lebih itu, nggak ada apa-apanya dibanding ini. Diperkirakan akibat meteorit itu bumi mengalami gelap dan musin dingin mendadak selama 10.000 tahun ! Makhluk yang terkena jatuhan meteorit, jelas langsung mati. Di belahan bumi lain, tumbuhan mati karene tidak bisa foto-sintesa. Akibatnya dinosaurus pemakan tumbuhan ikut mati, lalu dinosaurus pemakan daging juga ikut punah.

Masalahnya, kalau nggak mau dibilang omdo, mana buktinya ??? Mulai deh para saintis berburu "the smoking gun". Kawah 200 km itu tidak kecil bung. Pasti bisa ketemu.

Teori meteorit itu mulai muncul tahun 60-an. Namun sampai awal 90, hasilnya berburunya masih nihil. Lalu ada geologist, yang tidak tahu menahu soal dinosaurus, kebetulan menyelediki lapisan tanah purba di Italia. Kalau anda belum tahu, tanah itu berlapis-lapis sesuai waktu. Para geologist bisa memperkirakan umur lapisan tanah. Dan dari situ bisa menduga kejadian alam pada masa yang bersangkutan. Yang aneh, si geologist beruntung ini menemukan garis putih di banyak lapisan tanah. Setelah diteliti, semuanya sama dari masa sekitar 65 JUTA tahun yang lalu.

Lalu, ada geologist lain yang juga menemukan garis putih ini di pegunungan new-zaeland. Kok bisa lapisan mirip ada di dua belahan bumi yang berjauhan ? Terus yang bikin para pemerhati dinosaurus sontak tertarik, ternyata garis putih itu mengandung kadar IRADIUM tinggi. IRADIUM adalah senyawa radioaktif yang langka di bumi, dan biasanya ada di meteorit. Tada .... satu bukti ketemu. Tapi mana kawahnya ????

Lagi-lagi ada peristiwa kebetulan. Seorang ilmuwan perusahaan minyak tertarik pada kehidupan suku indian Mayan yang hidup di daerah Yucatan (benua amerika selatan sebelah atas, dekat teluk meksiko). Untuk pertanian dan kehidupan sehari-hari, mereka hidup dari sumber air yang sangat banyak di daerah tersebut. Yang menarik, kubangan-kubangan air tersebut semuanya melengkung. Si ilmuwan kemudian memakai foto udara. Setelah dikira-kira, lengkungan tersebut mempunyai pusat di laut, di sekitar teluk Meksiko. Berhubung punya akses ke data survay minyak, si ilmuwan lalu bisa menemukan adanya kawah purba di bawah laut, dengan diameter lebih dari 200 km.


inilah kawah yang ditemukan setelah 65 juta tahun dan juga kawah inilah yang menyebabkan teori punahnya dinosaurus dengan tabrakan meteorid raksasa menjadi kuat

Si Ilmuwan menceritakan penemuannya di seminar perminyakan, tanpa tertarik soal dinosaurus. Kok kebetulan lagi, ada pemerhati dinosaurus yang kecipratan berita ini. Maka perburuan dimulai lagi, dan terbukti, kawah tersebut terjadi 65 JUTA tahun yang lalu.

Demikianlah, para saintist kini hampir yakin kalau meteorit adalah pemusnah dinosaurus. Yang lebih ngeri ... ternyata ada gejala siklus hujan meteorit dan kepunahan masal setiap 230 JUTA tahun. Kalau kejadian terakhir 65 JUTA tahun lalu, berarti akan terjadi bencana meteor sekitar 170 JUTA tahun lagi. Kalau rata-rata umur kawin adalah 25 tahun, masih sempat punya anak cucu 6 JUTA turunan. Melihat gejala masa kini, sepertimya manusia bakal punah gara-gara polusi duluan. Bukan polusi suara jelas !!!

haryos

Posts : 56
Points : 166
Reputation : 1
Join date : 2010-10-07

View user profile

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum