Mengenal Kesemutan Juga Penyebab dan Cara Mencegah / Mengobatinya

View previous topic View next topic Go down

Mengenal Kesemutan Juga Penyebab dan Cara Mencegah / Mengobatinya

Post  k4m1k4ze88 on Sat Oct 23, 2010 1:59 pm

Dalam bahasa medis, kesemutan sering disebut sebagai parestesia. Suatu sensasi yang dirasakan tanpa ada stimulus dari luar. Sensasi Parestesi ini tidak hanya rasa ‘kesemutan’, namun bisa juga rasa panas, rasa seperti tertusuk-tusuk, ‘greyengan’. Rasa Kesemutan dapat dirasakan di tangan, kaki di muka, maupun di seluruh bagian tubuh kita.

Pada dasarnya kesemutan merupakan suatu gejala manifestasi dari gangguan sistem saraf sensorik akibat rangsang listrik di sistem itu tidak tersalur secara penuh dengan sebab macam-macam. Yang paling sederhana, misalnya, jalan darah tertutup akibat satu bagian tubuh tertentu ditekuk terlalu lama.

Kesemutan yang tidak disertai gejala-gejala lain biasanya menandakan adanya gangguan pada reseptor di kulit atau pada cabang-cabang saraf tepi. Namun kita mesti lebih waspada jika ada gejala lain di luar kesemutan. Bukan hanya kelumpuhan, kesemutan bisa juga disertai gangguan penglihatan, pendengaran, gabungan keduanya, atau lainnya.

Gangguan
Saraf merupakan serat-serat yang menghubungkan organ tubuh dengan sistem saraf pusat yakni otak dan sumsum tulang belakang dan antar bagian sistem saraf dengan lainnya. Untuk mengatur rasa serta gerak, tubuh dikendalikan oleh saraf motorik.

Saraf sensorik untuk mengatur rasa, sementara saraf otonomik adalah yang memiliki hak otonomi untuk mengatur gerak maupun rasa, yang tidak dipengaruhi sensorik maupun motorik. Contoh organ yang diatur saraf otonomik adalah jantung yang tetap berdetak meski tidak diperintah saraf motorik dan sensorik.

Saraf motorik dan sensorik ini bekerja sama dengan sistem saraf pusat dan saraf tepi. Sistem saraf tepi atau perifer ini terdiri dari saraf radialis, ulnaris, medianus dan peroneus profundus. Ketiga saraf pertama berada di tangan dan yang keempat terletak di kaki.

Saraf radialis berada di atas, dari ibu jari hingga ketiak atas. Saraf ulnaris terletak di bawah, dari kelingking ke ketiak bawah. Sedangkan saraf medianus agak spesifik karena berada di tengah, melewati terowongan menuju ke karpal di telapak tangan. Atau tepatnya di pergelangan tangan bagian dalam dan menuju ke jari-jari tangan.

Tersetrum atau kesemutan ini terjadi akibat adanya sistem saraf yang terganggu. Gangguan yang biasanya muncul adalah pada:
* Saraf radialis

“Saat seperti tersetrum, bisa jadi yang terkena adalah saraf radialis atau ulnaris. Bagian itu secara tidak sengaja tersentuh dan timbullah reaksi itu.” Kata Saiful. Rasa seperti tersetrum itu sebenarnya tidak berbahaya. Tapi jika berlangsung terus menerus, tentu harus diwaspadai. Karena bisa mengakibatkan kelumpuhan atau kelainan tangan.

Biasanya ini terjadi karena saraf radialis terjepit, atau tertekan benda keras dalam jangka waktu lama. Berapa lama? Ehm tidak bisa ditentukan, tapi yang pasti lebih dari satu jam.

Contoh perilaku yang bisa menyebabkan drop hand adalah tidur dengan meletakkan tangan dibelakang kepala. Atau tertidur sambil duduk, dengan ketiak di sandaran kursi.

* Saraf ulnaris

Sementara itu, kalau saraf ulnaris terganggu, bisa menyebabkan jari menekuk ke dalam telapak tangan lho! Atau nama lainnya claw hand. Jadi, telapak tangan menyerupai cakar burung yang tidak bisa dipulihkan kembali seperti sedia kala.

Gangguan ini biasanya terjadi karena terlalu lama meletakkan siku di meja. Selain itu tidur dengan posisi menyamping dan tangan dipakai untuk menyangga kepala. Kebiasaan mengemudi sopir bus atau truk besar juga memicu gangguan di saraf ulnaris.

“Pasalnya, setir untuk kendaraan-kendaraan besar seperti truk atau bus itu khan besar sekali. Sehingga tangan seringkali sopir meletakkan tangannya di kemudi dalam jangka waktu lama. Nah, jika itu berlanjut, maka tangan seperti tersetrum atau kesemutan. Kalau itu yang terjadi, well itu bisa jadi tanda-tanda kelumpuhan tangan,” papar dokter berkacamata ini.

* Saraf medianus

Untuk gangguan saraf medianus sedikit berbeda ketimbang dua lainnya, karena pada saraf medianus tidak terdapat fungsi motorik dan hanya sensorik, jadi yang terganggu adalah rasa. Sehingga, rasa tidak nyaman akibat saraf yang terganggu adalah nyeri berkepanjangan dan bukan kelumpuhan.

Gangguan yang biasa disebut sindroma kanal karpal ini adalah nyeri pada jemari dan telapak tangan. Kadang juga panas dan mengecilnya otot di sekitarnya.

Perilaku yang biasa menimbulkan gangguan saraf ini adalah aktivitas yang melibatkan telapak tangan, seperti menulis, mengetik, mengulek, memutar obeng, mencuci, menyapu, merajut dan sebagainya.

* Saraf peroneus

Gangguan selanjutnya adalah kelumpuhan pada kaki akibat saraf peroneus profundus. Kaki jadi seperti kaki ayam yang sedang melangkah, yaitu kaki tidak bisa menapak tanah dengan rata atau drop foot. Kaki juga tidak punya kekuatan untuk melangkah. Jadinya, untuk melangkah kaki diseret sebab memang tidak mungkin untuk melangkah secara normal.

Gangguan ini akibat seseorang sering duduk dengan menyilangkan kaki atau bisa juga karena sering cukup lama bersila.

k4m1k4ze88

Posts : 81
Points : 220
Reputation : 1
Join date : 2010-10-07

View user profile

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum