Maria Cedera Langsung Tersisih di Babak Pertama

View previous topic View next topic Go down

Maria Cedera Langsung Tersisih di Babak Pertama

Post  haryos on Wed Oct 13, 2010 3:07 pm

Samarinda (ANTARA) - Unggulan ketujuh tunggal putri Maria Kristin langsung tersingkir pada putaran pertama Indonesia Terbuka Grand Prix Gold 2010 setelah cedera paha kanannya kambuh.

Pada pertandingan yang digelar Stadion Palaran, Samarinda, Rabu, pemain medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 itu kalah dalam pertarungan tiga game melawan Chen Jiayuan dari Singapura 18-21, 21-12, 17-21.

"Maria cedera paha kanan belakangnya, yang dulu pernah sakit juga," ujar asisten pelatih tunggal putri Thomas Indratjaja usai mendampingi Maria bertanding.

Menurut Thomas, Maria merasakan sakit saat melakukan gerakan kaget saat melakukan pukulan ke bawah pada game pertama.

Kekalahan Maria membawa Chen Jiayuan bertemu dengan Kaori Imabeppu dari Jepang yang mengalahkan Maziyyah Nadhir dari Indonesia 21-15, 21-7.

Tunggal putri Pelatnas Pratama Tike Arieda Ningrum juga harus pulang lebih awal setelah gagal mengatasi permainan pemain China yang harus melalui babak kualifikasi Suo Di dengan kekalahan 10-21, 11-21.

Menang tipis

Sementara itu, unggulan teratas ganda putra Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama meraih kemenangan pertama dalam turnamen berhdiah total 120.000 dolar AS itu setelah menyisihkan ganda pelatnas lainnya Rendy Sugiarto/Afiat Yuris Wirawan dengan kemenangan tipis 21-13, 17-21, 22-20.

Menurut Yonatan, pertandingan berlangsung ketat karena Rendy/Afiat yang belum lama memperkuat Pelatnas Utama, sudah meningkat permainan mereka.

"Mereka banyak menekan, terutama pada game kedua dan ketiga. Permainan mereka sudah bagus sekarang," kata Yonatan mengenai Rendy/Afiat.

Yonatan yang menyatakan bahwa turnamen tersebut adalah turnamen terakhir ia berpasangan dengan Rian, karena pasangannya itu akan mengundurkan diri dari Pelatnas, berharap dapat mencapai final dan meraih gelar juara.

"Harapannya bisa mencapai final bertemu Bona (Septano)/(Mohammad) Ahsan dan juara di sini," kata Yonatan yang belum memutuskan apakah akan mundur dari Pelatnas atau bertahan.

Pada babak 16 besar, Rian/Yonatan bertemu pasangan Rahmat Adianto/Andrei Adistia yang mengalahkan Felix Kinalsal/Edi Subaktiar 21-18, 21-13.

"Menghadapi mereka saya bersama Rian yakin masih bisa mengatasi. Pertandingan tadi (melawan Rendy/Afiat) lebih berat," kata Yonatan.

Sementara itu, Rendy menyesalkan permainannya yang terburu-buru saat memimpin 20-18 pada game ketiga sehingga kalah. "Kami bermain terlalu terburu-buru ingin menang malah melakukan kesalahan sendiri," katanya.

Meski demikian, ia mengaku belajar dari pasangan senior seperti Rian/Yonatan mengenai bagaimana mengatasi tekanan saat menghadapi poin kritis. "Kami belajar mengatasi tekanan saat poin-poin kritis dari pertandingan dengan senior seperti ini," katanya.

haryos

Posts : 56
Points : 166
Reputation : 1
Join date : 2010-10-07

View user profile

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum